" Akulah pendosa yang sedang menjalani hukuman Memikirkanmu kriminalku, Akulah pendosa yang sedang menunggu kebebasan Menantimu kejahatanku "
Mungkin kalimat ini yang bisa menggabarkan perasaan aku disaat semua orang tidak bisa menerima perubahan dalam diriku (Seperti flek di baju yang tidak akan pernah hilang). Dalam benakku akankah aku mengulang masa-masa yang suram itu, masa dimana dunia adalah segala-galanya. Aku merasakan bahwa keaadan keluarga berubah ketika ayah telah tiada. Apakah mereka tidak ingat akan jasa ayahku dulu walau sedikit. Yang aku rasakan selama ini menurutku hanya penghinaan, mereka hanya akan memuja orang yang lebih berjasa dan bermateri. Sedangkan aku hanya seorang mantan anak ayah yang berjasa dengan mereka yang tidak perlu mereka hargai sebagai seorang manusia. Apalagi di saat ibu aku melakukan kesalahan di mereka,seakan-akan aku terkena dampak atas kesalahan itu.
Apakah semua manusia berwatak sama yang hanya memuji dan menyanjung yang bermateri, sedang yang seperti keluargaku ini pantas untuk mereka ludahi dengan kata-kata. Aku akui bahwa memang keluarga aku itu mempunyai kesalahan yang besar, tapi apakah kita manusia berhak untuk mengacuhkan orang yang berbuat kesalahan..?"hatiku bicara". Aku berharap sebagai keluarga harus saling berbagi senang maupun duka, bukan memilah-milah keluarga dengan baik atau tidak.
Dan menurut aku saat ini labih baik aku diam, karena bagiku diam itu emas. Yang berharga lebih daripada berbicara yang akan menyakiti hati mereka......
No comments:
Post a Comment