19 Aug 2010

WAHAI JIWA YANG TENANG

Kita harus meyakini bahwa hidup di dunia ini hakekatnya adalah merantau, tidak ada sesuatu yang abadi didalamnya. Karena kita sedang merantau, maka mau tak mau suatu saat kita akan pulang. Tempat yang permanen sudah di siapkan Allah Swt di akhirat sana. Karena pulang adalah suatu kepastian, maka kita harus merindukan pulang dengan jalan yang indah dari sang pencipta. Allah Swt berfirman dalam QS al-fajr 28-30, “Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada tuhanmu dengan hati yang ridha da di ridhai-nya, Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklaah ke dalam surga-ku” .
Dalam ayat di atas, Allah SWT mamangil dengan panggilan yang sangat indah kepada jiwa yang tenang (nafsu mutmainnah). Orang yang pualng merasa senang, begitupun Allah merasa senang menerimanya. Setelah menyambut dengan keridhoan, Allah SWT mempersilahkan jiwa yang tenang itu masuk ke dalam golongan hambanya yakni para anbiya, syuhada, dan sholihin. Allaah selanjutnya memprsilahkan masuk ke dalam surga yang abadi selama-lamanya.
Sungguh beruntunglah orang yang memiliki jiwa yang tenang, ia akan memperoleh tiga kenikmatan besar tatkala pulang memenuhi panggilaan-Nya, disambut dengan ke ridhoaan Allah, dimasukkan ke dalam golongan-golongan hebat (hamba-hamba-Ku), dan terakhir masuk surga. Apalagi yang kita impikan dalm hidup kita ini, kalau bukan ketiga ini bukan?.

No comments:

Post a Comment

و لسَّلاَمُ عَلَيكُمْ وَرَحْمَة اللهِ وبرَكا تُهُ